Tampilkan postingan dengan label Internetworking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internetworking. Tampilkan semua postingan

Cara Install Modem Smartfren EC 176-2 UI Di Linux

Kali ini saya akan membahas cara menginstall modem smartfren di linux, khususnya yang mempunyai folder Linux..


1. Copy Folder linux ke root
2. jalankan terminal lalu masuk ke folder linux ( cd Linux )
3. ketik "bash install" tanpa kutip lalu enter.
4. ketika ada pertanyaan ”Please input the install path [/usr/local/Mobile_Partner :]” tekan Enter saja.
5.  setelah selesai tekan apa saja.. lalu taraaaa... aplikasi UI dari smartfren kini bisa dipakai di linux..



note : belum dicoba di distro lain.. baru backtrack 

Perbedaan Ip Public dan Ip private

Semua computer yang terhubung online di internet memiliki alamat yang unik, tujuan nya tentu untuk berkomunikasi satu dengan lainnya. Alamat tersebut di internet berupa nomor-nomor unik yang disebut IP Address.


Ada beberapa istilah untuk IP ini yaitu IP Public , IP Private, IP Dynamic , IP Static bedanya apa? akan dijelaskan dibawah ini :

IP Public adalah IP yang bisa diakses langsung oleh internet. Analoginya IP Public itu seperti kamu punya nomer telepon rumah atau nomer HP yang bisa ditelepon langsung oleh semua orang. alamat-alamat ini telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika jaringan tersebut telah terhubung ke Internet.

IP Private adalah IP yang biasanya digunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet atau bisa juga terhubung ke internet tapi melalui NAT. Analoginya IP private itu telepon lokal dalam kantor/hotel yang bisa buat telepon-teleponan gratis dalam satu gedung. semisal jika ada orang yang mau telepon harus lewat operator dulu (NAT) karena nomer telepon publicnya hanya satu.


untuk gambarnya bisa melihat gambar dibawah ini :



192.168.xxx.xxx adalah IP Private sedangkan 125.126.0.1 adalah IP Public yang dalam analogi kita tadi sebagai NAT.

IP Dynamic adalah alokasi IPnya bisa berubah-ubah. Biasa menggunakan DHCP server. Di setting komputer kamu biasa pake setting automatic. Untuk beberapa ISP sering menggunakan metode ini jadi IP yang kita dapat sering berubah-ubah.

Sedangkan IP Static adalah alokasi IPnya tetap. Di komputer biasanya di set secara manual.

Selain tipe2 diatas juga ada beberapa tipe yang perlu saya jelaskan yaitu :


Shared ip sesuai dengan namanya berarti 1 alamat ip harus dibagi jatah bersama. Biasanya ISP seperti flexy, smart dan beberapa yang menyediakan koneksi murah menggunakan teknik ini dengan menjadikan satu IP Public dishare menggunakan IP Private. Ini bisa diketahui ketika kita download dari website yang membatasi download file per IP


Dedicated IP juga disebut STATIS IP artinya jika kita hanya mengetikkan alamat ip hasilnya akan sama seperti mengetikkan nama domain contoh nyata seperti 208.77.188.166 = EXAMPLE.com. Umumnya untuk menggunakan dedicatedip kita harus merogoh kocek lagi, kurang lebih sekitar 2 dollar sebulan nya.


Siapa atau kapan kita memerlukan dedicated ip? Tanpa menggunakan dedicated ip pun situs anda akan tetap hidup (on), namun ada saat-saat tertentu anda harus menggunakan dedicated ip seperti:

a.Install SSL (secure socket layer) sertifikat. atau secure ecommerce dll. ini wajib.
b.kamu ingin bebas mengakses situs memlalui FTP atau web browser walaupun nama domain belum dapat diakses/tidak dapat diakses.


Jadi kesimpulannnya adalah :


IP Public adalah IP address yang digunakan untuk lingkup internet, host yang menggunakan IP public dapat diakses oleh seluruh user yang tergabung di internet baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui proxy/NAT).
contoh IP Public adalah akses Speedy modem yang merupakan IP Public 125.126.0.1


IP Private adalah IP address yang digunkan untuk lingkup intranet, host yang menggunakan IP Private hanya bisa diakses di linkup intranet saja. contoh IP privateakses di LAN modem menggunakan IP Private 192.168.1.1


Ada alamat-alamat yang dapat kita pakai sebagai alamat jaringan yang disebut sebagai private address. Alamat tersebut adalah :

Untuk kelas A : 10.0.0.1 – 10.255.255.254
Untuk kelas B : 172.16.0.1 – 172.31.255.254
Untuk kelas C : 192.168.0.1 – 192.168.255.254

Pengertian Lainnya :

Apa itu IP Publik?

IP Public adalah IP yang bisa diakses langsung oleh internet. Analoginya IP Public itu seperti kamu punya nomer telepon rumah atau nomer HP yang bisa ditelepon langsung oleh semua orang. alamat-alamat ini telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika jaringan tersebut telah terhubung ke Internet.

Sebuah alamat IP publik yang ditugaskan untuk setiap komputer yang terhubung pada internet dimana setiap IP adalah unik. Maka akan tidak bisa ada dua komputer dengan alamat IP publik yang sama dalam seluruh Internet. Skema pengalamatan memungkinkan komputer untuk “menemukan satu sama lain” dan melakukan pertukaraninformasi. Pengguna tidak memiliki kontrol atas alamat IP (publik) yang diberikan ke komputer. Alamat IP publik ditugaskan untuk komputer oleh Internet Service Provider secara langsung setelah komputer terhubung ke gateway Internet.

Sebuah alamat IP publik dapat berupa statis atau dinamis. Sebuah alamat IP public static tidak dapat berubah dan digunakan terutama untuk hosting halaman Web atau layanan di Internet. Di sisi lain sebuah alamat IP publik yang dinamis dipilih dari sebuah pool yang tersedia pada alamat dan perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk menghubungkan ke Internet. Sebagian besar pengguna internet hanya akan memiliki IP dinamis yang bertugas untuk setiap komputer. Ketika terjadi disconnetted atau jaringan terputus/padam apabila menghubungkannya kembali maka otomatis akan mendapat IP baru.

Sobat dapat mencek ip public yang anda gunakan di www.whatismyip.com

Apa itu ip private?


IP Private adalah IP yang biasanya digunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet atau bisa juga terhubung ke internet tapi melalui NAT.

Sebuah alamat IP dianggap pribadi jika nomor IP termasuk dalam salah satu rentang alamat IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN). Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereservd tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):

10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
192.168.0.0 – 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)


Alamat IP Private/Pribadi yang digunakan untuk penomoran komputer dalam jaringan pribadi termasuk rumah, sekolah dan LAN bisnis di bandara dan hotel yang memungkinkan komputer dalam jaringan untuk berkomunikasi satu sama lain. Katakanlah misalnya, jika jaringan X terdiri dari 10 komputer masing-masing dapat diberikan IP mulai dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.10. Berbeda dengan IP publik, administrator jaringan pribadi bebas untuk menetapkan alamat IP dari pilihannya sendiri (disediakan nomor IP pada kisaran alamat IP pribadi seperti yang disebutkan di atas).


Perangkat dengan alamat IP private tidak dapat terhubung langsung ke Internet. Demikian juga, komputer di luar jaringan lokal tidak dapat terhubung langsung ke perangkat dengan IP pribadi. Hal ini dimungkinkan untuk menghubungkan dua jaringan pribadi dengan bantuan router atau perangkat serupa yang mendukung Network Address Translation.


Jika jaringan pribadi yang terhubung ke Internet (melalui koneksi Internet melalui ISP) maka setiap komputer akan memiliki IP swasta maupun IP publik. Private IP dipakai untuk komunikasi dalam jaringan dimana IP publik digunakan untuk komunikasi melalui Internet. Kebanyakan pengguna internet dengan koneksi DSL / ADSL akan memiliki Ip seperti IP publik.

Anda dapat mengetahui IP pribadi Anda dengan mengetikkan perintah ipconfig di command prompt. Jumlah yang Anda lihat terhadap “IPv4 Address:” adalah IP pribadi Anda yang dalam banyak kasus akan 192.168.1.1 atau 192.168.1.2. Berbeda dengan IP publik, swasta alamat IP yang selalu statis dan alami.


Tidak seperti apa yang kebanyakan orang anggap, IP pribadi bukan suatu yang mustahil untuk melacak (seperti nomor telepon swasta) atau yang dicadangkan untuk penggunaan stealth Internet. Pada kenyataannya tidak ada alamat IP publik yang tidak mungkin untuk dilacak karena protokol itu sendiri dirancang untuk area transparansi.



IP Address dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A – E, namun yang hanya digunakan adalah kelas A, B & C karena kelas D & E digunakan untuk keperluan khusus.

Cara mudah membedakan kelas A, B & C :


1. Kelas A –> kelompok pertama dimulai dari 0000 0000 (0) –> range IP 0 – 127 dan memiliki host maksimum sebanyak 16.777.214
2. Kelas B –> kelompok pertama dimulai dari 1000 0000 (128) –> range IP 128 – 191 dan memiliki host maksimum sebanyak 65.534
3. Kelas C –> kelompok pertama dimulai dari 1100 0000 (192) –> range IP 192 – 223 dan memiliki host maksimum sebanyak 254




note: IP Addressing juga dikelompokkan berdasarkan negara, Indonesia umumnya dimulai dengan kepala 202 & 203




Tiap kelas memiliki 1 slot yang berfungsi sebagai IP Private :

1. Kelas A –> IP 10.x.x.x

2. Kelas B –> IP 172.16.x.x sampai 172.30.x.x

3. Kelas C –> IP 192.168.x.x


IP 127.0.0.1 juga tidak boleh digunakan sebagai IP Public karena berfungsi untuk Local Loop atau Local Host

Lembaga yang mengatur / menyediakan IP Public adalah IANA,




IANA, singkatan dari Internet Assigned Numbers Authority adalah sebuah organisasi yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi masalah penetapan parameter protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS). IANA juga memiliki otoritas untuk menunjuk organisasi lainnya untuk memberikan blok alamat IP spesifik kepada pelanggan dan untuk meregistrasikan nama domain. IANA juga bertindak sebagai otoritas tertinggi untuk mengatur root DNS yang mengatur basis data pusat informasi DNS, selain tentunya menetapkan alamat IP untuk sistem-sistem otonom di dalam jaringan Internet. IANA beroperasi di bawah naungan Internet Society (ISOC). IANA juga dianggap sebagai bagian dari Internet Architecture Board(IAB).

IANA memberikan tanggungjawab dalam mengatur pengaturan ruang alamat IP dan DNS kepada tiga badan lainnya yang bersifat regional, yakni sebagai berikut:

§ American Registry for Internet Numbers (ARIN), yang bertanggungjawab dalam menangani wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Afrika bagian Selatan (sub-Sahara).

§ Réeseaux IP Européens (RIPE), yang bertanggungjawab dalam menangani wilayah Eropa dan Afrika bagian utara (Sahara).

§ Asia Pacific Network Information Center (APNIC), yang bertanggungjawab dalam menangani kawasan Asia dan Australia.

IANA akan digantikan oleh sebuah badan nonprofit internasional yang disebut sebagai Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), karena meningkatnya penggunaan Internet.


APNIC
Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) adalah Regional Internet Registry untuk kawasan Asia Pasifik.

APNIC menyediakan jumlah alokasi sumber daya dan layanan registrasi yang mendukung operasi global Internet. Ini adalah bukan untuk mencari keuntungan, organisasi berbasis keanggotaan yang anggotanya termasuk Internet Service Provider, Internet Registries Nasional, dan organisasi serupa.




APNIC fungsi utama adalah:

* Mengalokasikan IPv4 dan IPv6 address space, dan Autonomous System Numbers

* Memelihara Database Whois publik untuk wilayah Asia Pasifik

* Reverse DNS delegasi

* Mewakili kepentingan komunitas internet Asia Pasifik di panggung global




Ø Pertemuan Kebijakan Terbuka

Setiap tahun, APNIC mengadakan dua pertemuan kebijakan terbuka. Ini memberikan kesempatan masyarakat untuk datang bersama-sama untuk pengembangan kebijakan, pengambilan keputusan, pendidikan, pertukaran informasi, dan jaringan - baik profesional dan sosial. Kebijakan Terbuka pertama setiap tahun Rapat diselenggarakan sebagai jejak konferensi Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT), dan yang kedua adalah sebagai standalone diadakan pertemuan. Pertemuan diadakan di berbagai lokasi di seluruh Asia Pasifik dan sering melibatkan unsur-unsur budaya ekonomi negara tuan rumah.




Pelatihan APNIC

APNIC mengadakan beberapa kursus pelatihan di berbagai lokasi di seluruh wilayah. Kursus-kursus ini dirancang untuk mendidik peserta untuk mahir mengkonfigurasi, mengelola dan memberikan layanan internet mereka dan infrastruktur dan untuk menerima praktek-praktek terbaik saat ini.




Whois database

Database Whois APNIC detail dari registrasi berisi alamat IP dan nomor AS awalnya dialokasikan oleh APNIC. Ini menunjukkan organisasi-organisasi yang memegang sumber daya, di mana alokasi dibuat, dan rincian kontak untuk jaringan. Organisasi yang memegang sumber daya yang bertanggung jawab untuk memperbarui informasi mereka dalam database. Basis data dapat dicari dengan menggunakan antarmuka web pada situs APNIC, atau dengan mengarahkan klien whois Anda whois.apnic.net (misalnya, whois-h whois.apnic.net 203.37.255.97).




Sejarah

APNIC didirikan pada tahun 1992 oleh Asia Pasifik Koordinator Komite Penelitian Intercontinental Networks (APCCIRN) dan Asia Pacific Engineering and Planning Group (APEPG). Kedua kelompok itu kemudian digabung dan berganti nama menjadi Kelompok Jaringan Asia Pasifik (APNG). Ini didirikan sebagai sebuah proyek percontohan untuk memberikan ruang alamat seperti yang didefinisikan oleh RFC-1366, dan juga mencakup singkat yang lebih luas: "Untuk memfasilitasi komunikasi, bisnis, dan budaya dengan menggunakan teknologi internet".

Pada tahun 1993, APNG menemukan mereka tidak mampu menyediakan payung formal atau struktur hukum untuk APNIC, dan jadi pilot proyek ini menyimpulkan, tetapi APNIC terus eksis secara independen di bawah kekuasaan IANA sebagai 'proyek sementara'. Pada tahap ini, APNIC masih tidak memiliki hak-hak hukum, keanggotaan, dan struktur biaya.

Pada tahun 1995, pelantikan diadakan pertemuan APNIC di Bangkok. Ini adalah pertemuan dua hari, dijalankan oleh para relawan, dan bebas untuk hadir. Sumbangan sukarela dicari sesuai dengan ukuran organisasi, mulai dari $ 1.500 untuk 'kecil', melalui ke $ 10.000 untuk 'besar'. Tiga anggota jenis didefinisikan oleh APNIC-001: ISP (lokal IR), Enterprise, dan Nasional.

1996 melihat struktur biaya yang layak diperkenalkan, pembentukan keanggotaan, dan penyelenggaraan pertemuan APRICOT pertama.

1997 Pada saat tiba, itu menjadi semakin jelas bahwa APNIC lingkungan setempat di Jepang membatasi pertumbuhan - misalnya, staf terbatas pada anggota 4-5. Oleh karena itu, perusahaan konsultan KPMG dikontrak untuk menemukan lokasi yang ideal di kawasan Asia Pasifik untuk APNIC markas baru.




Untuk alasan-alasan seperti infrastruktur stabil, rendahnya biaya hidup dan operasi, dan keuntungan pajak bagi organisasi keanggotaan, Brisbane, Australia dipilih sebagai lokasi baru, dan relokasi selesai antara bulan April dan Agustus, 1998, sambil tetap menjaga seluruh operasi terus-menerus.




Pada tahun 1999, relokasi itu selesai, krisis ekonomi Asia berakhir, maka mulai periode konsolidasi untuk APNIC - masa pertumbuhan berkelanjutan, pengembangan kebijakan, dan penciptaan dokumentasi dan sistem internal.




Sejak itu, APNIC telah terus tumbuh dari awal yang sederhana ke anggota lebih dari 1.500 di 56 ekonomi di seluruh wilayah dan sekretariat dari sekitar 50 anggota staf yang terletak di kantor pusat di Brisbane, Australia.



sumber
sumber



Cara Konfigurasi Pc Router Menggunakan debian 5

* Proses Instalasi Linux Debian

* Deteksi Lan Card / Ethernet Card / Interfaces
  gunakan Perintah : "ifconfig" [enter], akan muncul interface eth0 & eth1

* Setting IP Address
  gunakan editor kesayangan anda, disini kita pakai editor "vi"

* Setingan IP address, subnet mask & gateway terletak direktori cd /etc/network/interfaces

* Kemudian edit file interfaces dengan perintah vi ;

  vi /etc/network/interfaces [enter]

# Contoh Tampilan IP Address, Subnet Mask & Gateway
# Kita Misalkan eth0 ke arah Public (Internet) & eth1 ke arah LAN (LOCAL)

auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet static
    address 192.168.8.2              
    netmask 255.255.255.0
    broadcast 192.168.8.255
    network 192.168.8.0
    gateway 192.168.8.1

auto eth1
iface eth1 inet static
    address 192.168.1.1
    netmask 255.255.255.248                 
    broadcast 192.168.1.7
    network 192.168.1.0

* keterangan editor vi
  untuk mengedit, tekan huruf i
  untuk mendelete, tekan huruf x

* Simpan konfigurasi tersebut, dengan menekan tombol escp:wq [enter]

* Aktifkan Interfaces eth0 & eth1 dengan perintah

  /etc/init.d/networking restart [enter]

* Cek Ip address eth0 & eth1
  ifconfig [enter] <-- menampilkan layar 1 baris
  ifconfig |more [enter] <-- menampilkan layar perbaris
  ifconfig eth0 [enter] <-- hanya menampilkan ip address eth0
  ifconfig eth1 [enter] <-- hanya menampilkan ip address eth1

* SETTING DNS 
  dengan mengedit file di direktori /etc/resolv.conf, gunakan perintah
  vi /etc/resolv.conf [enter]
  
    tambahkan parameter seperti dibawah ini

    nameserver    203.130.193.74 <-- contoh DNS Telkom Speedy
    nameserver    202.134.0.155

* keterangan editor vi
  untuk mengedit, tekan huruf i
  untuk mendelete, tekan huruf x

Simpan konfigurasi tersebut, dengan menekan tombol escp:wq [enter]

* SETTING NAT ( Supaya Client Bisa Browsing)
  gunakan perintah seperti dibawah ini:

iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE [enter]
iptables –t nat –A POSTROUTING –s 192.168.1.0/24 –j MASQUERADE [enter]

simpan setingan di /etc/rc.local

# NAT
iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE

#PROXY
iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128
iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp --dport 8080 -j REDIRECT --to-port 3128
iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp --dport 3128 -j REDIRECT --to-port 3128

* SETTING IP FORWARDING (Supaya Setingan tetap tersimpan
  dengan mengedit file di direktori /etc/network/sysct1.conf, gunakan perintah
  vi /etc/network/sysct1.conf [enter]
  Hapus tanda (#)
Simpan konfigurasi tersebut, dengan menekan tombol escp:wq [enter]

atau dengan cara lain
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward [enter]

* CEK IP GATEWAY
  gunakan perintah
  route -n [enter]
  harus ada tulisan ip 192.168.9.1

* Untuk melihat ip yang sudah kita routing-kan sudah benar atau belum benar,kita ketikkan perintah,
iptables –t nat –n –L [enter] <-- melihat konfigurasi nat
iptables-save [enter] <-- menyimpan konfigurasi firewall

* Bila semua setingan sudah benar kita lakukan, kemudian cek 
- cek ping ke gateway
  ping 192.168.8.1 [enter]
bila muncul pesan reply from,berarti koneksi dari router ke modem sudah OK
bila muncul pesan request time out,berarti koneksi dari router ke modem belum OK, silahkan cek kembali setingan ip address,gateway & cek kabel LAN
- cek ping ke DNS
  ping 203.130.193.74 <-- bila reply, koneksi OK
- cek koneksi dengan perintah
  dig [enter]
- cek koneksi dengan perintah
  traceroute www.astaga.com [enter]
- untuk melihat komputer yang terhubung ke router, gunakan perintah
arp -a [enter]

- cek koneksi ke IP LAN/LOCAL
  gunakan laptop, seting ip address-nya seperti berikut :

ip address : 192.168.1.2
subnet mask: 255.255.255.248
default gateway : 192.168.1.1
dns
prefered : 203.130.193.74
alternate : 202.134.0.155

- lakukan ping ke router 192.168.1.1, bila reply koneksi sudah ok, klo rto cek kabel,ip address dll
- ping ke dns dari laptop, harus reply & ok
- test browsing dari laptop, harus bisa browsing qe3 :D

Done. Router telah selesai dikonfigurasi.
sumber

Cara Membuat PC Router Menggunakan Linux Fedora


Dalam Hal ini dipakai Fedora Core XX menggunakan 2 ethernet card :
- eth0  : ethernet card dengan ip public (static atau dhcp tergantung provider)
- eth1  : ethernet card Lokal (sebagai gateway utk klien2)
Langkah awal install-lah Fedora XXX sesuaikan dengan keperluan.
login menggunakan root , lalu :
konfigurasi ip address eth0 , misal xxx.xxx.xxx.xxx (ip public static atau dhcp tergantung provider )
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
konfigurasi ip address eth1 , misal 192.168.10.1 dengan netmask 255.255.255.0 (192.168.10.1/24)
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
konfigurasi ip address diatas dapat juga dilakukan saat menginstall fedora.
(untuk konfigurasi sesuaikan editor dengan kebiasaan anda, disini di contohkan menggunakan vi)
#  vi /etc/sysctl.conf
ubahlah
# Controls IP packet forwarding
net.ipv4.ip_forward = 1 <<<<<< ubah dari 0 menjadi 1.
kemudian kita edit iptables
# vi /etc/sysconfig/iptables
tambahkan NAT
*nat
-A POSTROUTING -s 192.168.10.0/24 -o eth0 -j MASQUERADE (utk ip address 1 s/d 254)
bila kita menginnginkan tidak semua ip yg dapat terkoneksi ke internet gunakan :
-A POSTROUTING -s 192.168.10.10 -j SNAT –to-source xxx.xxx.xxx.xxx
Contoh lengkap :
*nat
:P REROUTING ACCEPT [127173:7033011]
:P OSTROUTING ACCEPT [31583:2332178]
:OUTPUT ACCEPT [32021:2375633]
-A POSTROUTING -s 192.168.10.0/24 -o eth0 -j MASQUERADE
atau
-A POSTROUTING -s 192.168.10.10 -j SNAT –to-source xxx.xxx.xxx.xxx
(pilih salah satu)
COMMIT
*mangle
:P REROUTING ACCEPT [444:43563]
:INPUT ACCEPT [444:43563] :FORWARD ACCEPT [0:0]
:OUTPUT ACCEPT [402:144198]
:P OSTROUTING ACCEPT [402:144198]
-A PREROUTING -p tcp -m tcp –tcp-flags FIN,SYN,RST,PSH,ACK,URG FIN,PSH,URG -j DROP
-A PREROUTING -p tcp -m tcp –tcp-flags FIN,SYN,RST,PSH,ACK,URG NONE -j DROP
-A PREROUTING -p tcp -m tcp –tcp-flags SYN,RST SYN,RST -j DROP
-A PREROUTING -p tcp -m tcp –tcp-flags FIN,SYN FIN,SYN -j DROP
-A PREROUTING -m tos –tos Minimize-Delay
-A PREROUTING -p tcp –sport ssh -j TOS –set-tos Minimize-Delay
-A OUTPUT -p tcp –dport ssh -j TOS –set-tos Minimize-Delay
COMMIT
*filter
:INPUT ACCEPT [0:0]
:FORWARD ACCEPT [0:0]
:OUTPUT ACCEPT [0:0]
:icmp_packets – [0:0]
-A INPUT -i lo -j ACCEPT
-A INPUT -p tcp –dport 22 -j ACCEPT
-A INPUT -p icmp -j icmp_packets
-A INPUT -m state –state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT
-A INPUT -j REJECT –reject-with icmp-host-prohibited
-A FORWARD -p icmp -j icmp_packets
-A FORWARD -s 10.10.10.0/24 -j ACCEPT
-A FORWARD -m state –state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT
-A FORWARD -j REJECT –reject-with icmp-host-prohibited
-A OUTPUT -p tcp –dport 135 -j DROP
-A OUTPUT -p udp –dport 137 -j DROP
-A OUTPUT -p udp –dport 138 -j DROP
-A OUTPUT -p tcp –dport 139 -j DROP
-A OUTPUT -p tcp –dport 445 -j DROP
-A OUTPUT -p icmp -j icmp_packets
-A OUTPUT -m state –state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT
-A icmp_packets -p icmp -m icmp –icmp-type 0 -j ACCEPT
-A icmp_packets -s 127.0.0.1 -p icmp -m icmp –icmp-type 8 -j ACCEPT
-A icmp_packets -s xxx.xxx.xxx.xxx/xx -p icmp -m icmp –icmp-type 8 -j ACCEPT
-A icmp_packets -s 192.168.10.0/24 -p icmp -m icmp –icmp-type 8 -j ACCEPT
-A icmp_packets -p icmp -m icmp –icmp-type 8 -j DROP
-A icmp_packets -p icmp -m icmp –icmp-type 3 -j ACCEPT
-A icmp_packets -p icmp -m icmp –icmp-type 11 -j ACCEPT
COMMIT
Setelah selesai simpan dengan menggunakan esc : wq
Reboot PC Router dan cobalah mengkonfigurasi ip address diklien dengan address :
ip address 192.168.10.10
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.10.1
DNS sesuaikan dengan dns providermu
Silahkan akses internet menggunakan PC klien tadi, selamat anda telah berhasil membuat
Router NAT menggunakan Linux (Fedora)


Perbedaan LAN MAN WAN Internet dan internet

LAN = Local Area Network. sesuai dengan namanya (local=Lokal), merupakan yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

MAN = Metropolitan Area Network. Sesuai dengan namanya Metropolitan=Kota. Ialah Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.

WAN = Wide Area Network. sesuai dengan namanya (Wide=Luas). merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.



Internet = interconnected-networking. sesuai dengan namanya (Networking=Jaringan=Saling terhubung). ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. jadi bedakan internet dengan Internet

Contoh Simulasi Konfigurasi Router Cisco

Contoh Simulasi Konfigurasi Router Cisco

Simulasi ini sering muncul pada soal-soal ujian CCNA (640-607), saya tidak tahu apakah ujian CCNA versi yang terakhir masih dimunculkan juga atau tidak.
Sebelumnya akan dijelaskan dahulu mengenai mode akses yang ada di IOS router Cisco.

Mode Akses
Ada empat mode akses pada IOS Cisco, antara lain:

1. User EXEC Mode
Mode ini muncul pada saat anda baru masuk ke logon pertama cisco. Pada mode ini akses ke router dibatasi. Anda hanya dapat melakukan test ping dan melihat informasi-informasi basic mengenai router.
Prompt pada mode ini ditandai dengan (>):
Router>

2. Privileged EXEC Mode
Pada mode ini Anda dapat melihat dan merubah konfigurasi serta dapat juga melakukan perintah debugging.
Prompt pada mode ini ditandai dengan (#):
Router#
Untuk masuk ke mode Privileged EXEC Mode dapat dilakukan dengan mengetikan perintah enable pada User EXEC Mode. Sedangkan untuk kembali dari Privileged EXEC Mode ke User EXEC Mode diketik perintah disable.

3. Global Configuration Mode
Untuk mengubah konfigurasi lebih lanjut pdaa router, Anda harus masuk ke mode ini dengan cara mengetikan perintah configure terminal pada Privileged EXEC Mode.
Cara keluar dari Global Configuration Mode dapat dilakukan dengna mengetikan exit atau menekan tombol ^z.
Promp pada mode ini ditandai dengan ( (config)# ):
Router(config)#

4. Interface Configuration Mode
Konfigurasi pada router cisco biasanya dilakukan per-interface. Oleh karenanya kita menggunakan Interface Configuration Mode untuk mengkonfigurasi interface tertentu. Misalnya memberikan alamat ip pada interface Ethernet atau pada interface serial.
Ketik exit untuk kembali ke Global Configuration Mode atau tekan tombol ^z untuk kembali ke Privileged EXEC Mode.
Prompt pada menu ini ditandai dengan ( (config-if)# ):
Router(config-if)#


Oke, mungkin ini saja dulu gambaran mengenai cisco router, mudah bukan ? kita lanjutkan  tentang simulasi router. Misalkan kita mempurnyai desain jaringan sederhana seperti gambar di bawah ini:



 


Router pertama : RouterA
E0 : 192.168.1.1
S0 : 192.168.100.1
Secret password = java
PC1 : 192.168.1.2
Router kedua : RouterB
E0 : 192.168.2.1
S0 : 192.168.101.1
S1: 192.168.100.2
Secret password = java
PC2 : 192.168.2.2

Router ketiga : RouterC
E0 : 192.168.3.1
S0 : 192.168.101.2
Secret password = java
PC3 : 192.168.3.2

1. Konfigurasi Router Pertama

enable                                                                                   (masuk ke privileged EXEC mode atau enable mode)
config terminal                                                                 (masuk ke global configuration mode)
hostname RouterA                                             (hostname router di set menjadi RouterA enable secret password digunakan untuk masuk ke privileged mode)
enable secret java                                                    (set password)
interface Ethernet 0                                                      (masuk ke konfigurasi interface Ethernet 0 atau E0 )
ip address 192.168.1.1 255.255.255.0                (interface E0 diberi alamat ip 192.168.1.1)
no shutdown                                                                     (menyimpan konfigurasi pada interface E0)
exit                                                                                      (keluar dari interface E0)
interface serial 0                                                         (masuk ke konfigurasi interface Serial 0 atau S0)
ip address 192.168.100.1 255.255.255.0                (interface S0 diberi alamat ip 192.168.100.1)
clock rate 6400                                                (jika antara 2 router di hubungkan secara serial, maka salah satu roter harus menjadi DCE dengan cara menyetting clock rate)
no shutdown                                                                       (menyimpan konfigurasi pada interface S0)
exit                                                                                      (keluar dari interface S0)
router rip                                                                         (mengaktifkan protokol RIP)
network 192.168.1.0                                                      (mengaktifkan RIP pada interface E0)
network 192.168.100.1                                                   (mengaktifkan RIP pada interface S0)
^z                                                                                            (keluar dari configuration mode dan kembali ke Priveleged EXEC atau enable mode)
copy running-config startup-config                   (menyimpan semua konfigurasi ke NVRAM yang akan di panggil lagi jika router restart  - NVRAM adalah tipe RAM yang menyimpan isi konfigurasi router ketika router dalam keadaan mati atau reboot)

2. Konfigurasi Router Kedua

enable
config terminal
hostname RouterB
enable secret java
interface Ethernet 0
ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
no shutdown
exit
interface serial 0
ip address 192.168.101.1 255.255.255.0
clock rate 6400
no shutdown
exit
interface serial 1
ip address 192.168.100.2 255.255.255.0
no shutdown
exit
router rip
network 192.168.2.0
network 192.168.101.0
network 192.168.100.0
^z
copy running-config startup-config

3. Konfigurasi Router Ketiga

enable
config terminal
hostname RouterC
enable secret java
interface Ethernet 0
ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
no shutdown
exit
interface serial 1
ip address 192.168.101.2 255.255.255.0
no shutdown
exit
router rip
network 192.168.3.0
network 192.168.101.2
^z
copy running-config startup-config

setelah ketiga router di konfigurasi, kita tinggal memberikan IP pada PC1,PC2,PC3 masing-masing 192.168.1.2, 192.168.2.2 dan 192.168.3.2.
untuk membuktikan hasil konfigurasi-nya benar atau tidak, coba saja lakukan testing menggunakan “ping” dari PC1 ke PC2, PC1 ke PC3, PC2 ke PC3 begitupun sebaliknya…. Jika hasil ping tersebut adalah “Reply from …….. “ berarti konfigurasi router yang sederhana ini sudah benar. Jika belum (hasilnya RTO: Request Time Out), ya … silahkan ulangi lagi konfigurasinya, dan perhatikan hati2… mungkin Anda salah mengetik command-nya atau bisa jadi penulis sendiri yang salah tulisannya  he he  :D



--- java_ux ---

‘masih ngantuk juga nih’


sumber